Selasa, 01 Januari 2019

Duka Menjelang Malam Pergantian Tahun, Fakta Gempa Sukabumi

Duka Menjelang Malam Pergantian Tahun, Fakta Gempa Sukabumi

SEPUTAR INFO-Longsor menimbun puluhan lokasi tinggal di atas bukit di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 31 Desember 2018 selama pukul 17.30 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Nugroho mengatakan, kesebelasan sedang terus menggali korban longsor Sukabumi.

Dia menuliskan, data sedangkan pada Selasa (1/1/2019) pukul 11.45 WIB, di Desa Sirnaresmi terdaftar 32 kepala family atau 107 jiwa terdampak longsor.

Sebanyak sembilan orang meninggal dunia, empat orang luka-luka, dan 34 orang belum ditemukan.

Berikut 4 kenyataan longsor Sukabumi :

1. Jumlah Korban 107 Orang


Tim SAR ditolong warga sekitar berjuang mencari orang yang tertimbun longsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Selasa (1/1). Longsor menerjang satu kampung jelang malam tahun baru pukul 17.00 WIB. (merdeka.com/Arie Basuki)
Tim SAR campuran menyelamatkan 33 penduduk yang menjadi korban bencana longsor yang terjadi di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin 31 Desember 2018.

"Ada 107 jiwa yang menghuni dusun yang sedang di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok itu dan baru 33 sukses diselamatkan, dua meninggal dan puluhan lainnya belum diketahui keberadaannya," kata Kepala Desa Sirnaresmi Iwan melewati sambungan telepon, Selasa (1/1/2018) dini hari.

Menurutnya, guna korban longsor selamat terdapat yang diungsikan dan pun dievakuasi ke RSUD Pelabuhanratu sebab mengalami luka-luka laksana patah tulang dan lainnya.

2. 34 Rumah Tertimbun

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melafalkan puluhan lokasi tinggal di Sukabumi, Jawa Barat tertimbun longsor pada malam tahun baru, Senin 31 Desember 2018.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Nugroho dalam siaran pers mengatakan, hujan deras yang menyiram sekitar Desa Sirnaresmi mengakibatkan jenuhnya aliran permukaan di areal hutan dan persawahan.

Jenuhnya air mengakibatkan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng lantas menimbun selama 34 rumah dusun adat unsur bawahnya yakni di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada pukul 17.00 WIB.


Cheap Auto Insurance>>>Read More


3. Sebanyak 9 Orang Tewas


Berdasarkan keterangan dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Nugroho, petugas sampai kini masih terus mendata semua korban dan kehancuran longsor Sukabumi

Kata Sutopo, pihaknya meminta masyarakat bersabar dan tidak serta percaya atas informasi yang tak bertanggungjawab.

Update longsor Sukabumi pada Selasa (1/1/2019) pukul 11.45 WIB, 60 orang sukses diselamatkan, 4 orang luka - luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu.

"9 Orang meninggal dunia, dan 34 orang belum diketahui atau masih dalam pencarian," kata Sutopo dalam penjelasan tertulisnya.

4. Sulit Evakuasi

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Nugroho mengatakan, situasi di tempat longsor sampai Selasa pagi ini masih disiram hujan rintik. Jalanan yang terjal, berbatu dan diperbanyak cuaca hujan rintik menyulitkan kesebelasan untuk mengerjakan evakuasi.

"Saat ini pekerjaan pencarian serta pengungsian korban terdampak longsor dihentikan, sebab kondisi di lapangan disiram hujan dan listrik padam/mati," kata Sutopo.

Menurutnya, penelusuran dan bantuan korban longsor Sukabumi membutuhkan alat berat. "Untuk evakuasi dibutuhkan alat berat," kata Sutopo dalam siaran tertulisnya, Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Namun, kata dia, akses jalan dan medan di tempat longsor Sukabumi lumayan berat. Kondisi ini menghambat penelusuran korban walau alat berat telah didatangkan.

"Cuaca hujan di tempat kejadian. Jalanan terjal berbatu diperbanyak hujan menyulitkan kesebelasan untuk mengerjakan evakuasi," ujar Sutopo.

Terlebih, listrik di tempat kejadian pun padam, demikian pula dengan jaringan komunikasi seluler. Dalam berkomunikasi, kesebelasan di lapangan hanya dapat mengandalkan radio komunikasi/handy talkie.

Sutopo mengungkapkan, situasi di tempat longsor Sukabumi sampai Selasa pagi ini masih disiram hujan rintik. Oleh sebab itu, pengungsian dihentikan sementara.

"Saat ini pekerjaan pencarian serta pengungsian korban terdampak longsor dihentikan, sebab kondisi di lapangan disiram hujan dan listrik padam/mati," kata Sutopo.



Dalam keadaan ini kita yang masih bisa menikmati malam pergantian tahun, harus banyak-banyak bersyukur, jika dilihat, ternyata masih ada saudara kita yang justru mengalami musibah. Semoga kita semua dalam lindungannya, amin ya rab....